Home » Cara Menggunakan dan Daftar 14 Emulator Android Terbaik Yang Harus Kamu Coba!
TIPS

Cara Menggunakan dan Daftar 14 Emulator Android Terbaik Yang Harus Kamu Coba!

Emulator android merupakan simulasi perangkat android pada komputer kalian agar bisa menguji coba aplikasi pada berbagai perangkat serta API level android tanpa harus mempunyai semua perangkat fisik.

Emulator sendiri bisa menyediakan hampir semua kemampuan perangkat Android yang nyata. Kalian bisa melakukan simulasi panggilan telepon masuk serta pesan teks, menetapkan lokasi perangkat, hingga melakukan simulasi kecepatan jaringan yang berbeda dan masih banyak lagi.

Pengujian aplikasi pada emulator dalam beberapa hal akan lebih cepat serta lebih mudah dibanding melakukannya di perangkat fisik. Misalnya, kalian bisa mentransfer data dengan lebih cepat ke emulator dibandingkan ke perangkat yang terhubung melalui USB.

Emulator sendiri hadir dengan konfigurasi yang sudah ditentukan bagi setiap ponesl serta tablet Android, perangkat Android TV, dan Wear OS.

Kalian juga bisa memakai emulator dengan manual lewat antarmuka pengguna grafis atau GUI serta secara terprogram melalui command line dan konsol emulator. Untuk bisa men download emulator Android, kalian harus punya persyaratan tambahan selain persyaratan sistem dasar untuk Android studio, yaitu:

  • SDK Tools 26.1.1 atau yang lebih tinggi
  • Prosesor 64-bit
  • Windows: CPU dengan dukungan UG (tamu tidak terbatas)
  • HAXM 6.2.1 atau versi lebih baru (disarankan HAXM 7.2.0 atau versi lebih baru)

Penggunaan akselerasi hardware punya persyaratan tambahan pada Windows dan Linux yaitu:

  • Prosesor Intel di Windows atau Linux: Prosesor Intel dengan dukungan untuk Intel VT-x, Intel EM64T (Intel 64), dan fungsi Execute Disable (XD) Bit
  • AMD di Linux: Prosesor AMD dengan dukungan untuk AMD Virtualization (AMD-V) dan Tambahan Streaming SIMD Extensions 3 (SSSE3)
  • Prosesor AMD di Windows: Android Studio 3.2 atau yang lebih tinggi dan Windows 10 rilis April 2018 atau yang lebih tinggi untuk fungsi Windows Hypervisor Platform (WHPX)

Untuk bekerja dengan Android 8.1 (API Level 27) serta image sistem yang lebih tinggi, maka webcam yang terpasang harus punya kemampuan dalam menangkap frame 720 p. sejak Juni 2019, Android Emulator tidak bisa lagi digunakan dalam sistem Windows 32 bit.

Dukungan untuk emulator Windows 32 bit akan berlanjut sampai dengan Juni 2020 termasuk perbaikan bug penting, namun tak ada fitur baru yang akan ditambahkan. Jika kalian memakai emulator pada sistem Windows 32 bit, maka kalian harus merencanakan untuk bermigrasi kepada sistem Windows 64 bit.

Jika kalian memakai emulator pada sistem Windows 32 bit, kalian bisa memakai SDK Manager untuk menginstal versi emulator terbaru untuk Windows 32 bit.

Kalian bisa menjalani aplikasi dari project Android Studio atau menjalankan aplikasi yang sudah diinstall pada Android Emulator seperti menjalani aplikasi lain pada suatu perangkat. Untuk memulai Android Emulator serta menjalankan aplikasi dalam project kalian, kalian bisa lakukan:

  • Di Android Studio, buat Perangkat Virtual Android atau AVD yang bisa digunakan emulator untuk menginstal serta menjalani aplikasi.
  • Di Toolbar, pilih perangkat tempat kalian ingin menjalankan aplikasi dari menu drop down perangkat target.
  • Klik Run (jika kalian menerima pesan error atau peringatan pada bagian atas dialgo, klik link untuk memperbaiki masalah atau mendapatkan informasi lebih lanjut. Beberapa error harus dperbaiki lebih dulu sebelum bisa dilanjutkan seperto error Hardware Accelerated Execution Manager atau Intel HAXM. Untuk macOS, kalian bisa melihat error warning: No DND Servers found saat memulai emulator, periksa apakah kalian mempunyai file /etc/resolv.conf jika tidak, maka masukkan perintah ini di jendela terminal: ln -s /private/var/run/resolv.conf /etc/resolv.conf )
  • Untuk memulai emulatir, buka DVD Manager, lalu klik dua kali AVD atau klik Run, dan Android Emulator akan dimuat.
  • Saat emulator berjalan, kalian bisa menjalani project Android Studio serta memilih emulatir sebagai perangkat target. Kalian juga bisa menarik 1 atau beberapa APK ke emulator untuk menginstallnya lalu menjalankannya.

Nah, setelah mengerti cara menggunakan emulator Android, di bawah ini kami akan berikan rekomendasi daftar emulator android untuk kalian.

1. Game Loop

Emulator Android

Emulator yang satu ini sebelumnya memiliki nama Tencent Gaming Buddy. Kemudian, emulator ini berevolusi menjadi salah satu emulator Android terbaik dikarenakan adanya dukungan eksklusif untuk Call of Duty Mobile.

Sesuai dengan namanya, emulator yang satu ini memang fokusnya hanya pada aspek game Android. Jadi, jika tujuan kalian bukan untuk gaming, maka kalian tak perlu menggunakan emulator untuk aplikasi main game Android di PC ini.

Cara Menggunakan:

  • Jalankan aplikasi Gameloop di laptop atau komputer kalian
  • Tekan ikon garis tiga yang ada di pojok kanan atasGameloop Home Setting
  • Selanjutnya pilih menu Engine
  • Pada halaman berikutnya, kalian bisa mengatur seberapa besar kinerja yang ingin digunakan Gameloop Setting Center
  • Jika sudah, maka kalian tinggal menekan tombol Save untuk menyimpan pengaturan yang baru

2. AVD (Android Virtual Device)

Android Virtual Device atau yang juga sering disebut dengan AVD adalah salah satu emulator yang merupakan bawaan dari Android Studio. Dengan begitu, saat kita sudah menginstall Android Studio maka AVD juga akan ikut terinstall. Tetapi, kita harus tetap melakukan konfigurasi untuk memakainya.

Dengan memakai AVD, kita bisa melakukan konfigurasi yang menjelaskan karakteristik smartphone, android wear, tablet, serta smart TV yang mau disimulasikan karena Android Studio juga dapat digunakan untuk mengembangkan aplikasi di perangkat Android lainnya.

Cara Menggunakan :

  • Buka Android Studio lalu Klik AVD Manager
  • Create Virtual Device untuk membuat emulator yang baru
  • Pilih jenis phone yang akan dijadikan emulator. Contohnya Nexus, Pixel, dan lainnya
  • Tentukan system image seperti Marshmallow, Nougat, dan lainnya
  • Beri nama emulator
  • Terakhir klik finish maka emulator sudah bisa kita running

3. LD Player

Emulator Android

LD Player adalah salah satu pendatang baru pada dunia per emulatoran Android. Namun, ia dengan percaya diri mengklaim bahwa mereka mempunyai performa gaming serta optimasi yang gesit. Emulator satu ini sendiri mendukung keyboard mapping, high fps gaming, gamepad, dan lain – lain.

Selain itu, dengan LD ini kalian bisa membuka beberapa game sekaligus aplikasi secara bersamaan. Emulator ini juga punya fitur alokasi RAM serta CPU berdasarkan penggunaan.

Cara Menggunakan :

  • Buka emulator LDPlayer terlebih dahulu
  • Klik pada “tiga batang” di atas
  • Klik “Informasi diagnosis” dan kalian akan melihat spesifikasi komputer kalian

4. Genymotion

Genymotion adalah emulator dengan performa yang cukup cepat untuk me running aplikasi android pada PC maupun laptop. Salah satu emulator Android PC ini bisa di install di sistem operasi Linux, Windows, serta Mac OS. Selain itu, fitur – fiturnya juga sudah sangat lengkap seperti GPS, Battery, SMS dan Call, Network Wifi, dan lain – lain.

Cara Menggunakan :

  • Download dan Install Genymotion di sertai Virtual Box
  • Buka Android Studio > File > Setting > Plugin
  • Cari dan Install Plugin Genymotion
  • Restart Android Studio
  • Tekan tombol CTRL + SHIFT + A secara bersamaan pada keyboard
  • dan ketikan dan klik Genymotion Device Manager
  • Emulator Genymotion sudah siap di gunakan

5. Android Studio

Emulator Android

Android Studio merupakan salah satu nama emulator yang sampat di singgung beberapa kali. Emulator ini sendiri merupakan sistem yang di luncurkan sendiri oleh Google dan di gunakan untuk mengembangkan aplikasi dengan basis Android.

Itulah kenapa, ia dibekali dengan banyak tools serta plugins untuk membantu para developer dalam membuat serta mengetes aplikasi yang di buat. Emulator ini sendiri punya emulator yang sudah built in alias bawaan.

Cara Menggunakan:

  • Instal Android Studio versi terbaru.
  • Di jendela Welcome to Android Studio, klik Create New Project.
  • Jika sudah membuka project, pilih File > New > New Project.
  • Di jendela Select a Project Template, pilih Empty Activity, lalu klik Next.
  • Di jendela Configure your project, lakukan langkah-langkah berikut: (Masukkan “My First App” pada kolom Name. Masukkan “com.example.myfirstapp” pada kolom Package name. Jika ingin menempatkan project di folder lain, ubah lokasi Savenya. Pilih Java atau Kotlin dari menu drop-down Language. Pilih Android versi terendah yang ingin di dukung aplikasi di kolom Minimum SDK. Jika aplikasi memerlukan dukungan library lama, centang kotak Use legacy android.support libraries. Biarkan opsi lain sebagaimana adanya.)
  • Klik finish

6. Nox Player

Emulator Android

Nox merupakan sebuah emulator android yang cukup ringan tetapi menawarkan fitur yang cukup banyak. Fitur utamanya sendiri adalah untuk membantu dalam bermain game android pada Laptop atau PC. Tetapi bagi para developer Nox juga dapat di integrasikan dengan android studio untuk dijadikan sebagai emulator Android.

Dengan Nox kita juga bisa memakain keyboard serta mouse dengan lebih leluasa. Sama seperti Genymotion, Nox juga telah mendukung fitur seperti phone aslinya yaitu kamera, battery, koneksi Wifi, dan sebagainya.

Cara Menggunakan :

  • Download dan Install Nox pada laptop atau PC yang kalian gunakan
  • Buka Nox yang sudah di Install lalu klik settings
  • Klik developer options dan aktifkan USB debugging
  • Setelah itu back ke menu settings
  • Klik about tablet atau phone lalu cari dan tekan 7 kali pada build number

7. Remix OS

Remix OS merupakan emulator yang berjalan seperti sistem operasi yang mandiri walaupun memiliki basis Android. Kalian harus meng install nya pada partisi yang terpisah di mana biasanya pada flash drive serta melakukan booting sendiri.

Emix sangat cocok untuk kegiatan produktif serta kurang pas untuk gaming, penampilannya sendiri telah di rombak sedemikian rupa sampai mirip dengan sistem operasi desktop pada umumnya.

Cara Menggunakan:

  • Download Remix OS di Website resminya
  • Setelah download selesai, extract file
  • Jalankan Remix_OS_for_PC_Installation_Tool-B2016080802.exe
  • Buka file tersebut. Pilih file iso Remix OS. Klik Browse.
  • Setelah itu pilih tempat instalasi Remix OS. Bisa di gabung dengan Windows. Jadi type Harddisk, drive C:\. Klik Ok.
  • Akan di minta alokasi memori untuk Remix OS. Pilih 32 GB atau cocokan dengan yang kalian mau. Jadi maksudnya, Remix OS yang kita install nanti bisa menggunakan memori hingga 32 GB. Klik Ok
  • Proses Install sedang berjalan
  • Ketika instalasi selesai, klik Reboot
  • Windows akan merestart, pada saat windows hidup kembali akan ada pilihan apakah ingin menjalankan Windows atau Remix OS. Pilih Remix OS
  • Remix OS akan melengkapi proses instalasi secara otomatis. Tunggu sebentar jangan sampai komputer mati. sampai Remix benar-benar sudah terinstall, baru bisa menggunakan Remix OS

8. Bluestack

Bluestack merupakan salah satu Android emulator PC yang termasuk populer di kalangan anak jaman sekarang. Emulator satu ini juga seringkali di pakai oleh para gammers maupun developer. Bluestack sendiri dapat di gunakan dengan lancar di laptop atau PC dengan RAM 2 GB saja. Performanya juga cukup cepat sekaligus stabil dengan berbagai fitur yang di milikinya seperti pengaturan lokasi.

Cara Menggunakan :

  • Download dan Install BlueStack pada PC atau laptopmu
  • Jika sudah buka dan jalankan BlueStack
  • Sign in dengan menggunakan gmail
  • Setelah itu pilih Settings > Preference
  • Aktifkan Android Debug dengan ceklis Enable Android Debug
  • Setelah itu buka Androdi Studio
  • Lalu klik icon run maka akan muncul emulator bluestack

9. Prime OS

Emulator Android

Prime OS juga menggunakan partisi yang terpisag untuk booting. Kalian bisa menggunakan emulator ini sebagai cara main game Android di PC karena performa gaming di Prime akan terasa lebih baik. Tetapi, emulator ini paling cocok untuk kalian yang mau merasakan Android versi destop. Karena UI nya enak dipandang mata.

10. MEmu

Emulator MEmu adalah emulator yang telah mendukung berbagai versi OS Android semacam Jelly Bean, Lollipop, serta Kit Kat. Salah satu fitur unggulannya adalah sudah mendukung Intel maupun AMD. Memu juga sangat lancar untuk menjalani berbagai aplikasi android pada PC atau Laptop.

11. ARChon

Emulator Android

ARChon sedikit berbeda dengan emulator lainnya. Emulator ini berjalan sebagai ekstensi pada Google Chrome. Sesudah di install, kalian nantinya dapat menjalani aplikasi serta game Android di sana.

Karena sifatnya adalah sebagai ekstensi, maka kemampuannya pasti sangat terbatas. Selain itu, ada banyak aplikasi yang mungkin tidak komaptibel. Namun, emulator ini tetap layak di coba karena ia berjalan pada browser Chrome sehingga bisa diakses lintas sistem operasi.

Cara Menggunakan :

  • Download ARChon Android Runtime
  • Pilih salah satu versi yang sesuai dengan OS kalian
  • Unzip file (ARChon-v1.1-x86_32.zip) yang telah di Download
  • Buka Google Chrome browser, atau Chromium
  • Pilih menu Tools -> Extension, atau pada adress bar browser tuliskan: chrome://extensions/ tekan Enter
  • Klik pada tombol Load unpacked extensions untuk menggunakan ekstensi browser yang belum di paketkan
  • Browser pada folder hasil ekstrak/unzip file ARChon tadi
  • Jika berhasil, kalian akan mendapati satu lagi ekstension yang terpasang pada browser yaitu ARChon Custom Runtime

12. KoPlayer

KoPlayer bisa di bilang merupakan salah satu pemain baru yang ada di dalam dunia Emulator Android. Seperti kebanyakan emulator lainnya, kita juga bisa mengubah keyboard menjadi sebuah controller serta sudah punya fitur – fitur seperti Kamera, Koneksi, SMS, dan lain – lain.

Proses penginstallan emulator ini juga terbilang sangat mudah. Namun, karena masih baru emulator ini seringkali masih memiliki beberapa error atau bug.

Cara Menggunakan :

  • Download dan Install KoPlayer pada PC atau laptop yang kalian gunakan untuk mendevelop aplikasi android
  • Jalankan KoPlayer dan juga Android Studio
  • Setelah workspace Android Studio siap untuk digunakan klik icon run maka akan muncul emulator KoPlayer dengan nama phone tertentu
  • Maka emulator sudah siap di gunakan

13. Xamarin

Emulator Android

Salah satu emulator Android PC ini merupakan emulator development yang bisa kalian coba. Fiturnya hampir mirip dengan Android Studio namun lebih kompatibel dengan Microsoft Visual Studio. Artinya, kalian akan memiliki pilihan tools serta plugins alternatif saat sedang mengembangkan aplikasi yang dibuat. Xamarin juga gratis untuk penggunaan personal.

14. Droid4x

Salah satu emulator Android ringan ini punya penampilan yang sederhana serta dapat di pakai untuk memainkan game android di laptop maupun PC. Untuk developer aplikasi emulator ini juga dapat menjadi salah satu pilihan untuk running maupun menguji aplikasi yang sedang di buat dengan android studio.

Kalian bisa menjalani emulator ini pada MacOS atau Windows. Namun emulator ini juga masih mempunyai bug jika di bandingkan dengan emulator yang lain.

Cara Menggunakan :

  • Download dan Install Droid4x
  • Klik Menu settings
  • Aktifkan USB debugging
  • Lalu klik atau tekan 7 kali build number yang terdapat pada menu About phone atau tablet
  • Buka Android Studio
  • Tekan icon Run, maka emulator Droid4x akan di tampilkan dan siap untuk digunakan

Selain memakai emulator di atas, real device alias smartphone atau HP Android yang kita punya pun sebetulnya bisa di pakai untuk merunning atau mengetes aplikasi android yang sedang kita buat pada Android Studio. Bahkan merunning project android langsung ke HP sebetulnya memiliki proses yang lebih cepat jika di bandingkan memakai emulator. Semoga bermanfaat.

Partner Site

Sebagai salah satu penyedia game judi slot online terpercaya, MOJOBET89 selalu berusaha untuk memberikan pengalaman bermain terbaik kepada para member agar mereka betah dan puas main judi online di situs slot MOJOBET89.